Kunjungan Anggota Dewan SDA Nasional ke Jawa Tengah dalam rangka Penyusunan Rekomendasi Penanganan Masalah Pesisir/Pantai

Dalam rangka menyusun Rekomendasi Isu strategis terkait Penanganan Masalah Pesisir Pantai, Dewan Sumber Daya Air Nasional melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan salah satu Agenda Kerja Dewan SDA Nasional Tahun 2021. (19/04/2020).

Rangkaian kegiatan kunjungan ini yakni; mengunjungi Kantor Walikota Pekalongan dan disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Rumingsih, SE, M.Si, dilanjutkan dengan melihat Titik Patok Tetap I alat Pemantau Land Subsiden Badan Geologi Kementerian ESDM di Pasir Kraton Kramat-Pekalongan Barat dan meninjau rumah – rumah yang terdampak banjir dan rob serta rombongan mengunjungi kolam retensi/kolam long storage BBWS Pemali Juana segmen 3 sepanjang 2,1 km.

Saat menerima kunjungan, Sekda Kota Pekalongan Sri Rumingsih mengucapkan terimakasih kepada DSDAN yang telah mendukung upaya pemkot dalam menangani banjir rob. “Karena mengatasi banjir rob, sejatinya menyelamatkan kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Sedangkan Anggota Dewan SDA, Indro Cahyono menegaskan, bila kunjungannya ke Kota Pekalongan dalam rangka membuat rekomendasi bagaimana cara menanggulangi banjir rob di Pekalongan, yang belum tertangani sepenuhnya. “Permasalahan banjir rob di Kota Pekalongan sangat kompleks sekali. Karena masalahnya berat, yakni harus memindahkan masyarakat padahal tifak ada lahan lagi. Ditambah setiap tahun terjadi landsubsidience, karena pengambilan air dari dalam tanah yang tidak terkendali, padahal sumber air untuk dikomsumsi banyak,” tuturnya.

Hari kedua Sekretariat Dewan SDA Nasional bersama Dewan Sumber Daya Air Nasional melaksanakan kegiatan Rapat lanjutan dalam rangka melanjutkan Pembahasan Rekomendasi Isu Strategis terkait Penanganan Masalah Pesisir Pnatai, bertempat di Hotel Novotel Semarang (21/04/20201).

Permasalahan Pesisir Pantai khususnya pantai Utara Jawa Tengah yaitu Pekalongan terjadi diakibatkan dari perubahan iklim, seperti yang diungkapkan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, bencana banjir rob yang terjadi ini berdampak pada naiknya air laut serta Penurunan muka tanah land subsidence dan sea level rise, bahkan genangan banjir dan rob yang terjadi sampai ke ruas jalan Nasional sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu perekonomian masyarakat.

Permasalahan Pesisir Pantai khususnya pantai Utara Jawa Tengah yaitu Pekalongan terjadi diakibatkan dari perubahan iklim, seperti yang diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, bencana banjir rob yang terjadi ini berdampak pada naiknya air laut serta penurunan muka tanah land subsidence dan sea level rise, bahkan genangan banjir dan rob yang terjadi ssmapai ke ruas jalan Nasional sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas dan mengganggu perekonomian masyarakat.

Dalam penanganan banjir rob ini Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana telah melakukan beberapa upaya dan bekerjasama dengan Pemda dan Pemkot seperti, Perbaikan saluran, Pengerukan Sedimen, dan sekarang juga tengah membuat polder serta tanggul laut pengaman pantai.

Menurut Prof. Ir. Nur Yuwono Dip.He., Ph.D Akademisi Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada selaku Narasumber menyampaikan kondisi banjir rob ini sudah mengancam setiap tahunnya, maka dengan adanya penyusunan rekomendasi ini, diharapkan dapat menemukan suatu solusi dan penyelesaian terkait permasalahan banjir rob, sehingga wilayah pesisir menjadi tahan dan masyarakat pesisir yang tinggal di daerah tersebut tidak merasa terganggu lagi, atau bahkan mungkin bisa berdampingan dengan bencana pesisir atau banjir pesisir. Kegiatan Rapat ini di hadiri oleh Kepala Sekretariat Dewan SDA Nasional Dr. Ir. Happy Mulya, M.E, Kabid KPI SDA BBWS Juana Anggreini Achmad, Kabid PJPA BBWS Pemali Juiana Tesar Hidayat M, Anggota Dewan SDA Nasional dan lembaga terkait.