Peringatan Hari Air Dunia Ke-XXVII Tahun 2019

Peringatan Hari Air Dunia ke XXVII tahun 2019 Jatuh pada hari Jumat tanggal 22 Maret 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan Peringatan Hari Air Dunia di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR). Peringatan Hari Air Dunia kali ini mengusung tema “Semua Harus Mendapatkan Akses Air”. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diarahkan agar semua orang mendapatkan akses air melalui normalisasi sungai dan memperbanyak jumlah tampungan air dengan pembangunan bendungan dan embung. Dari total Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 sebesar Rp 110,73 triliun, alokasi anggaran sumber daya air sebesar Rp 39,7 triliun.

Potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun m3/tahun. Dari volume tersebut, air yang dimanfaatkan sebesar 691 miliar m3/tahun dimana yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar m3/tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi. Namun potensi sebesar itu, keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk penampungan air.

Peringatan Hari Air Dunia ini dilaksanakan dilingkungan kampus PUPR, acara diawali dengan senam pagi bersama, gerakan bersih-bersih di lingkungan sekitar kampus PUPR serta pelepasan burung dan menyerahkan bantuan peralatan pembuatan biopori serta pupuk organik padat kepada 10 Kelurahan, 5 SD, 5 SMA, dan 5 Perguruan Tinggi yang berada disekitar kampus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dilakukan secara simbolis oleh Menteri Basuki Hadimuljono.

Penyerahan bantuan peralatan biopori tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian air dengan cara membuat lubang serapan air hujan. Biopori juga berfungsi untuk mengurangi aliran air permukaan (run off) sehingga mencegah terjadinya genangan dan banjir. Selain itu, dalam peringatan Hari Air Dunia tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendemonstrasikan teknologi Pompa Air Tenaga Hidro (PATH) inovasi Pusat Litbang Sumber Daya Air yang dapat mendukung ketahanan air dan energi. TIM