Seminar Nasional Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Pada Tahun 2019 ini, diselenggarakan dari tanggal 03 sampai dengan 05 Oktober 2019 bertempat di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan. Acara Seminar tahun ini menggusung tema “Tantangan Penyelesaian Pembangunan dan Pengelolaan 65 Bendungan serta Keberlanjutan Program di Masa Mendatang”.

Acara seminar ini merupakan kerja sama antara Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) atau Indonesia National Committee on Large Dams (INACOLD), Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR, Pemprov Sulawesi Selatan. BUMN Perencana, Pelaksana dan Pengelola Bendungan Besar serta Forum Perencana, Pelaksana dan Pengelola Bendungan Besar.

Indonesia National Committee on Large Dams (INACOLD) merupakan organisasi profesi nirlaba yang bergerak dalam bidang bendungan besar dan berinduk kepada organisasi internasional yaitu International Commission on Large Dams (ICOLD). Dengan misi utamanya mendorong para anggota-anggotanya kearah perbaikan dalam bidang pembangunan bendungan yang meliputi desain dan pelaksanaan konstruksi serta pengelolaan bendungan yang mencakup pengoperasian dan pemeliharaan.

Potensi air yang dimiliki Indonesia kurang lebih 2,78 triliun m3/th, namun tidak semua potensi air tersebut dapat langsung di manfaatkan. Hanya 25% atau 691,31 miliar m3/thn dan yang sudah dimanfaatkan sebesar 22,59 miliar m3/thn. Untuk itu pemerintah memprogramkan 65 pembangunan bendungan.

“Ada dua tantangan kedepan yaitu, pertama dalam penyelesaian pembangunan 65 Bendungan harus adanya perencanaan yang baik untuk menyelesaikan permasalahan teknis maupun non-teknis. Pembangunan 65 bendungan diperkirakan selesai pada tahun 2024 nanti dan baru memenuhi 100 meter kubik perkapita per tahun. Kedua, pada program visium 2030 target Bendungan untuk memenuhi kapasitas tampung 120 m3/kapita/tahun. Oleh karenanya untuk mencapai target tersebut dan mewujudkan ketahanan air, pembangunan bendungan masih diperlukan”. Jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Hari Suprayogi selaku ketua umum Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNI-BB) dalam pembukaan Seminar Nasional Bendungan Besar.

Dihadiri kurang lebih 832 orang dan dibuka oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan M. Nurdin Abdullah, dan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Perwakilan Bupati, Walikota, Kepala BUMN, stakeholders dan rector Perguruan Tinggi. Acara ini disertai dengan peluncuran Buku Manajemen Bendungan tipe Urugan. Di hari ketiga para peserta seminar diajak untuk meninjau Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Seminar ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi yang bernilai inovasi. Serta diharapkan semua pihak dapat memahami arti dan menfaat bendungan untuk kesejahteraan masyarakat.